Ya Allah Yang Maha Pengasih…
Terima kasih telah Kau pertemukanku dengannya
Terima kasih untuk rasa tulus yang Kau semikan di hati
Terima kasih untuk saat-saat indah yang telah terlewati

Ya Rabb…
Jika Memang bukan aku yang Kau takdirkan untuk menjadi tulang rusuknya…
Janganlah Kau biarkan hati ini terbelenggu hanya untuknya
Janganlah Kau biarkan hati ini merindukan kehadirannya
Janganlah Kau biarkan hati ini berlabuh padanya
Kikiskanlah pesona dirinya yang ada padaku…
Penuhi hatiku hanya dengan kecintaanku padaMu…
Jadikanlah aku hambaMu yang selalu ikhlas menjalankan ketentuanMu…

Ya Rab…
Namun jika memang Kau takdirkan aku sebagai pendamping hidupnya…
Getarkanlah hatinya untuk dapat merasakan apa yang kurasakan…
Dan satukan hati kami…
Karena hanya Engkau penggerak hati kami yang murni…
Teguhkanlah hatinya untuk menyakini keikhlasan hati ini…
Jadikanlah aku pendamping yang sabar, mampu memahami, dan menerima apa adanya…
Jadikanlah aku awak yang setia pada nahkoda yang selalu berjuang di jalanMu…
Tegarkan kami dalam mengarungi pahit manis hidup…

Ya Allah Yang Maha Pengasih…
Dengarkanlah pinta dan do’aku…
Lepaskanlah aku dari segala keraguan yang membelenggu..
Lindungi aku dari segala fitnah yang merajuk…

Ya Allah Ya Rabb…
Aku tahu Engkau mengetahui kebimbangan hati ini…
Berikanlah aku keikhlasan atas segala ketentuanMu…
Ringankanlah hati dan langkah ini untuk melangkah…
Hapuskanlah luka dan keraguan yang menghampiri jiwa…
Karena hanya Engkau Yang Mengetahui apa yang terbaik bagi setiap hambaMu…

Ya Allah…
Janganlah Kau biarkan hambaMu hidup sendiri…
Melainkan Engkau beri seorang pendamping dan keturunan yang baik…

Ya Allah…
Jadikan aku hambaMu yang mampu memelihara hati ini hingga tiba saatnya… :)

Hm…pengalaman baru..ngoding pake PHP-CI. Walaupun sebenarnya saya sudah pernah menggunakan PHP, tapi saya belom pernah menggunakan Framework untuk PHP samasekali..Akhirnya dapet juga project PHP yang pakai framework.

CI atau CodeIgniter adalah salah satu framework bagi siapa yang ingin membangun websites menggunakan PHP. Tujuan dari CI ini adalah memangkas waktu develop yang diperlukan programmer karena kita bisa meminimalisasi jumlah code yang dibutuhkan. CI merupakan framework berbasis Model-View-Controller. MVC adalah software yang memisahkan antara logic dari presentation-nya.

Pertama : Buat Controller dengan nama blog.php

<?php
class Blog extends Controller
{
function Kecamatan()
{
parent::Controller();

$this->load->model(‘blogmodel’, ‘model’);
}

function index()
{
$data = $this->model->get_last_ten_entries();
$this->load->view(‘blog’,$data);
}
}
?>
Kemudian simpan file di application/controllers/folder_kita

Kedua : Membuat Model dan simpan dengan nama blogmodel di application/models/folder_kita.

class Blogmodel extends Model {

var $title   = ”;
var $content = ”;
var $date    = ”;

function Blogmodel()
{
// Call the Model constructor
parent::Model();
}

function get_last_ten_entries()
{
$query = $this->db->get(‘entries’, 10);
return $query->result();
}

function insert_entry()
{
$this->title   = $_POST['title']; // please read the below note
$this->content = $_POST['content'];
$this->date    = time();

$this->db->insert(‘entries’, $this);
}

function update_entry()
{
$this->title   = $_POST['title'];
$this->content = $_POST['content'];
$this->date    = time();

$this->db->update(‘entries’, $this, array(‘id’ => $_POST['id']));
}
}

Ketiga : Buat File View nya. Simpan dengan nama blog.php
<html>
<head>
<title>My Blog</title>
</head>
<body>
<h1><? echo $data; ?></h1>
</body>
</html>

Kemudian panggil dari browser dengan misalnya : example.com/index.php/blog/

Maka akan berjalanlah PHP-CI nya :)

Jika Aku Menjadi…. Hmm..nama suatu judul reality show di salah satu stasiun tv swsta yang dulu tidak menarik buat saya. Tapi entah kenapa, suatu kali secara tidak sengaja saya pengen melihatnya. Dan tanpa saya sadari, air mata menetes ke pipi melihat adegan-adegan yang ada.

Dari tayangan ini aku bisa belajar lebih lagi tentang menghargai hidup dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Dulu saya terkadang berpikir kenapa saya tidak bisa seperti beberapa teman saya yang bisa membeli majalah setiap minggunya -yang mana kalo dilihat harga majalah itu sama dengan jumlah uang saku saya selama seminggu; membeli pernak-pernik yang lucu tanpa memperhitungkan harganya dan lain sebagainya. Kedua orang tua saya selalu mengajarkan kepada ketiga anaknya untuk selalu berhemat dan hanya membeli sesuatu yang memang diperlukan saja.

Tapi seiring waktu, jujur ajaran itu mulai melemah pada diri saya. Yaitu sejak saya tidak tinggal lagi dengan orang tua dan saya bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri. Seperti ‘balas dendam’ masa lalu, saya sekarang bisa dikatakan sedikit boros (saya katakan sedikit karena terkadang saya masih bisa menahan diri :D ). Dan orang tua saya pun mengijinkan asal tidak melebihi batas, atau hanya agar saya tidak penasaran lagi terhadap sesuatu yang belom saya rasakan. Namun tetap saja, terkadang saya tidak bisa mengontrol keuangan saya. Tanpa terasa, hanya dalam waktu 1 jam di dalam supermarket, saya bisa menghabiskan sekitar 300 ribu. Ya Allah…

Namun di tayangan Jika Aku Menjadi… ini saya bisa melihat bahwa masih banyak orang-orang yang perekonomiannya jauh dari saya. Tapi mereka tetap tersenyum, bersyukur, dan terus berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarga.  Seperti seri yang sore hari ini saya lihat. Seorang bapak tua, yang mungkin seumuran ayah saya, yang bekerja sebagai ojek sepeda di daerah Jakarta Kota. Bapak tua yang seharusnya mungkin sudah di rumah dan menikmati masa tuanya dengan tenang, tetap harus bekerja demi tetap ngepulnya dapur dan mencukupi biaya anggota keluarganya.

Si bapak harus mengayuh sepeda tua mengantarkan orang yang minta diantarkan kesana-kemari, tanpa peduli teriknya matahari. Dan jerih payahya seharian itu hanya menghasilkan 28 ribu saja. Hah, jumlah uang yang mungkin bisa saja saya habiskan hanya dalam waktu sekejap. :( Namun tidak dengan sang bapak, peser demi peser uang dari hasil kerja beliau kumpulkan untuk bisa dibawa pulang dan diberikan kepada keluarganya. Uang itu hanya berkurang dikarenakan sang bapak harus membeli makan. Bahkan untuk tidurpun, bapak hanya tidur di emperan gedung tua dan beralaskan kardus. Subhanallah..betapa gigihnya sang bapak berjuang demi keluarganya tanpa mau mengeluh.

Ya Rabb… Limpahkanlah rizkiMu kepada kami…Sempurnakanlah atas kami nikmat pemberianMu, sehat dariMu, dan keterjagaan rahasia olehMu di dunia dan akhirat… Amiin Ya Rabbal Alamiin… :)

Hm…minggu-minggu yang agak melelahkan pikiran… Memang apa yang kita perbuat awalnya selalu merupakan suatu PILIHAN. Do it ot leave it, dengan berani menanggung segala konsekuensinya pastinya. Terkadang pilihan itu sangat mudah kita tentukan, namun juga terasa sangat sulit. Nah akhir-akhir ini lagi dapat suatu pilihan yang susah untuk dilakukan..

Terkadang, sesaat menjadi orang yang tidak tahu urusan orang itu menyenangkan. Apalagi kalo yang berhubungan dengan masalah yg seharusnya ndak jadi beban kita.  Just thinking of what should I do for my self. Tapi merupakan suatu kewajiban untuk saling membantu orang lain yang membutuhkan, asalkan tidak bertentangan dengan koridor Islam. :)

Tapi yang kali ini,, agak ribet euy. Bagaimana aku kudu bersikap adil, tetap aman kemana-mana, dan tidak menyakiti orang. Aku bingung, apakah aku harus membeberkan kesalahan seseorang yang bisa saja konsekuensinya ia akan dipindahkan tempat kerjanya, aku menyakiti perasaan dia ATAU aku harus tetap diam tapi menanggung konsekusensi yang malah mungkin membahayakan lebih banyak orang. Nah lho?! Andai aku boleh gak memilih..:D Sekali dua kali, kesalahan yang sama terus terulang. Dan yang bikin makin gemes itu ada orang lain yang memanfaatkannya dibalik kesalahan yg dia perbuat. Apa aku harus menyadarkannya dengan hal yang menyakitkan baginya ???

Ditambah lagi dengan masalahku sendiri. Aku seolah berada di persimpangan. Tetep bertahan ataukah melangkah. Inginku segera melangkah dan meninggalkan ketidakpastian. Tapi itu bukan hal yang mudah tuk kulakukan. Karena hati ini masih lebih condong ke arah untuk mencoba bertahan lagi. Dan terkadang juga, saat sudah kumulai melangkah, sangat banyak hal yang membuatku mundur lagi. Lelah hati ini, lelah pikiran ini, aku sadari itu. Tapi mengapa aku masih bertahan ??? Apakah maksud dibalik semua ini…

Pasrah dan terus berdoa agar Allah tidak menggelapkan mata dan nuraniku untuk memilih yang terbaik. Tidak silau terhadap gemerlap yang hanya kan menjadi semua di ujungnya. Memohon kepada sang Pemilik raga dan nyawa ini untuk senantiasa membimbing langkahku. Menjadikanku seseorang yang tegas untuk memantapkan hati dalam mengambil keputusan yang terbaik.

“Menjadi tampak indah bagi manusia kecintaan kepada yang diingininya: lawan jenis, anak cucu, emas dan perak yang bertimbun-timbun; serta kuda pilihan; binatang ternak dan tanah ladang. Itulah harta benda dalam kehidupan dunia, tetapi pada Allah itulah tempat kembali terbaik”. (QS Ali Imran :14)

“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)

Yup, kalo kemarin saya sudah posting gimana create dokumen xml dengan menggunakan dom4j, insyaAllah kali ini saya akan coba memberikan sedikit gambaran gimana cara membaca dokumen xml-nya. :)

dom4j API classes yang dibutuhkan adalah :

import org.dom4j.Document;
import org.dom4j.Element;
import org.dom4j.Attribute;
import java.util.List;
import java.util.Iterator;
import org.dom4j.io.XMLWriter;
import java.io.*;
import org.dom4j.DocumentException;
import org.dom4j.io.SAXReader;

Kemudian parsing dokumen XML menggunakan SAXReader. SAXReader sudah terdapat dalam org.dom4j.io package.

File xmlFile = new File(“Example.xml”);
SAXReader reader = new SAXReader();
Document doc = reader.read(xmlFile);
Element root = doc.getRootElement();

Setelah mendapatkan rootnya, kita bisa meng-iterasi untuk mendapatkan data dokumen

for(Iterator i = root.elements().iterator(); i.hasNext;){
Element elmt = (Element) i.next();
}

Yap, kemudian dari element-element itu bisa digunakan lebih lanjut sesuai kebutuhan. Baik sebagai data untuk ditampilkan di layar, bisa di proses lebih lanjut, atau juga bisa digunakan untuk data input export ke database.

Hmm..sebenarnya ini bukan kali pertama Om datang ke jakarta bareng sama teman kerjanya, yang notabene orang asli Australia. Kita dirumah akhirnya memanggil dengan sebutan ‘Bule Kanguru’ biar gampang. hehehe.. :D Tapi mengkin baru kali ini kedatangannya berkesan buatku… ^_^

Dulu inget banget saat si Om ma ‘Bule Kanguru’ datang. Om tiba2 sms kasih kabar bahwa beliau datang bersama temannya. Dengan tanpa tanya detail, orang rumah segera nyiapain kamar tamu untuk teman Om. Persepsi kami, tamu tersebut adalah orang Indonesia seperti biasanya yang muslim. Kamar sudah bersih, AC udah nyala, dan kok ya tumben, iseng ajah digelarin sajadah. Ternyata saat Om datang, jangankan muslim, orang Indonesia ajah juga enggak :D . Om datang bersama seorang Bule. Mr.Brush namanya.

Mungkin bagi kedua kakakku yang udah ngewes ngomong pakai bahasa inggris mah gak masalah ya. Tapi buat aku?? Bencana :D Maklum bukannya ngewes bahasa inggris, tapi ngowos :( Aku nggak terbiasa ngomong pakai bahasa inggris walopun sudah seringkali di dorong ma kakak-kakakku. Walaupun gak ‘buta’ banget tentang vocabulary (karena ‘klutekan’ komputer sebenernya pakai bahasa inggris jg), tapi rutinitas ‘Speaking in English‘ sudah lama nggak aku lakukan sejak lulus SMU. Wow, sekitar 5 tahun yang lalu.

Walaupun orangnya ramah, tapi aku selalu menghindar untuk ketemu dengan Bule Kanguru. Kalau dia di atas, aku di bawah. Kalo dia lagi ke depan, aku ke belakang. Baru mau nongolin muka saat mau pamit ngantor. Itupun berdirinya di belakang kakak, ngekor. *Malu-maluin :D Sampai terakhir ketemu aku masih bertingkah seperti itu.

Tapi, setelah kedatangan si Bule itu trakhir kali, lucu juga dengerin Pak Arie cerita tentang si Bule yang lagi blajar bahasa Indonesia. Dia belajar dengan siapapun yang ada di kantor atau pabrik Om. Mengeja satu-satu kata yang begitu sulit dia tirukan. Dari situ aku mulai tertarik :D Aku berharap si Bule datang lagi bersama Om, aku pengen diajarin ngomong bahasa inggris sama dia. Dan akhirnya kesempatan itu datang! :)

Dari senin dini hari, Om datang ke jakarta bersama si Bule. Saat pagi2 aku jalan ke atas, aku melihat si Bule lagi bengong di ruang tamu. Maklum orang dirumah sangat sedikit, dan kedua ‘mbak’ lagi ngumpet di rumah bagian atas sendiri, dengan alih-alih ngegosok baju. Padahal mah takut diajak ngobrol ma si Bule. Mau gak mau, aku nyapa itu Bule. Akhirnya ngobrol juga, ya walopun kesendat-kesendat, gak sampe mogok lama lah :D Little-litle i can lah (Tukul Mode On)  :D .

Aku bilang aku gak fasih ngomong pakai bahasa inggris. Tapi respon si Bule diluar dugaanku. Dia menjawab, “Oh No. Your english is good. You are better than me. i can’t speaking in Indonesian like you”. Ya terang ajalah, Bahasa Indonesia kan belum menjadi bahasa internasional. Hihihi. Kami sarapan bareng sambil nungguin Om turun, sambil ngobrol2, ngeja-ngeja :D Saat Om datang, selamatlah diriku. Mereka lebih banyak ngomong tntang bisnis dan akupun pamit berangkat kerja.

Eh malam itu aku baru tahu kalo Om akan pergi ke Singapore, tapi nggak bareng si Bule. “Trus si Bule dikemanain Om?”, tanyaku. “Si Brush di rumah May, mungkin dia ke pabrik ajah.”, jawab Om. Mak, mati aku :D Kemaren, selasa, jam 5 pagi kakakku pergi ke Bali, trus jam 6 lewat iparku ngantor disusul Om berangkat ke Singapore. Mak,,,tinggallah aku sendiri dengan mbak2 yang tetep ngumpet aja terus tiapa pagi di Loteng. Akhirnya aku yg nemenin si Bule Kanguru sarapan. Ngomong pake bahasa inggris bo’ :D Kadang lucu juga, kalau aku gak ngerti vocab suatu benda, aku bilang ajah pake bahasa indonesia. Kalo aku gak ngerti apa inggrisnya, biasanya aku akalin dengan nanya duluan. “This is Kolak. This is Ketan, and this is Koya. And what is you call it?” Hehehe habisnya aku gak mudheng :D   :D

Hari ini hari ketiga si Bule di Jakarta, dan hari kedua aku dihadepin sendiri ma Bule. :D Tadi pagi aku ajak dia lari pagi seperti kebiasaanku. Hehehe itung-itung bisa jadi pawang anjing lah dia. Hehehe. Maklum mungkin sudah agak tua kali yah, baru muter sekali udah ngucur keringet dia. Ga tega ngliatnya, aku ajak pulang ajah. Dirumah aku mangsain ke pak Arie. hehehe. Tapi tetep sarapan bareng ma aku. ‘Talking-talking‘ pakai inggris. Hihihi lama-lama kbiasaan juga deh akhrnya aku ngomong pake bahasa inggris. :D

Extensible Markup Language (XML) adalah markup language serbaguna yg direkomendasikan oleh W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data. XML menggunakan markup tags seperti HTML.

dom4j adalah salah satu open-source library berbasis java yang simple dan flexible. dom4j berhubungan dengan dokumen XML, baik membaca, mem-parsing, ataupun menulis dokumen XML.

Pada saat ini saya akan menunjukkan bagaimana cara untuk membuat dokumen XML maenggunakan dom4j ini.

/* Import the dom4j API classes and java IO with import statements */
import org.dom4j.Document;
import org.dom4j.DocumentHelper;
import org.dom4j.Element;
import org.dom4j.io.XMLWriter;
import java.io.*;

public class XmlDom4J{

public void generateDocument(){
/* Create a document instance with the DocumentHelper class. */
/* DocumentHelper is dom4j API factory for generating XML document nodes. */
Document document = DocumentHelper.createDocument();

/* Create the root element childreesn with the addElement() method. */
/* addElement() is used to add elements to an to an XML document. */
Element childreenElement = document.addElement(“childreen”);

Element childElement1 = childreenElement.addElement(“child1″);
/* Create an attribute for each element with the addAttribute() method */
childElement1.addAttribute(“firstName”, “Sanii”);
childElement1.addAttribute(“lastName”, “Acipalla”);
childElement1.addAttribute(“age”,”18″);

Element childElement2 = childreenElement.addElement(“child2″);
childElement2.addAttribute(“firstName”, “Mohammad”);
childElement2.addAttribute(“lastName”, “Avisena”);
childElement2.addAttribute(“age”, “16″);

Element childElement3 = childreenElement.addElement(“child3″);
childElement3.addAttribute(“firstName”, “Mohammad”);
childElement3.addAttribute(“lastName”, “Raihan”);
childElement3.addAttribute(“age”, “12″);

/* writing the XML document */
try{
XMLWriter output = new XMLWriter(new FileWriter( new File(“c:/Test/testXML.xml”)));
output.write(document);
output.close();
}
catch(IOException e){System.out.println(e.getMessage());}
}

public static void main(String[] argv){
XmlDom4J dom4j = new XmlDom4J();
dom4j.generateDocument();
}
}

Akhirnya, aku nonton juga tu film!!! Laskar Pelangi. Walopun agak kurang nyaman tempatnya karena riweuh dgn banyaknya anak2 kecil yg gaduh, tapi menurutku tu film keren banget,,, Bagian2 ceritanya sampe buat aku nangis, ketawa, nangis lagi, terharu bahkan ngakak. :D

Belum 10 menit rasanya nonton tu film, aku sudah gerimis :D Terharu banget dgn datangnya si Lintang, murid pertama yg punya semangat blajar luar biasa sampai gak peduli jauhnya jarak yg ditempuh dan harus nunggu si buaya lewat. deg-deg an jg pas nungguin ada gak ya 1 siswa lg… padahal dah baca mah novelnya, tp tetep aja deg-deg an :D

Banyak banget pelajaran yg bisa kuambil dari isi cerita film itu. Betapa gigihnya para murid untuk terus belajar. Betapa ikhlasnya sang guru mendidik muridnya dan mempertahankan sekolah dgn latar belakang islam. Bagaimana kita memberikan yg maksimal walopun hanya bermodalkan pas-pasan. Bagaimana menciptakan rasa kekeluargaan. Bagaimana membangun cita-cita yg diawali dengan angan-angan tinggi untuk siap diwujudkan.

Bagaaimana jika dibandingkan dengan kondisi disekitarku??? Masih banyak diantara kita yg mampu secara materi tapi kok ya masih males buat sekolah, memupuk ilmu. Yang alesan pelajarannya ngebosenin, gak ada ide buat skripsi, males liat guru galak yg amit2 de el el. Sampai yang ada, siswa kena DO sebelum lulus sekolahnya, mahasiswa yg seneng banget ngendok di kampusnya.. Terkadang aku gemes ngliat mereka. Lha kok ya tega banget ma orang tuanya yg rela banting tulang supaya anaknya bisa sekolah dengan harapan menjadi anak yg bisa dibanggakan di masa depan. Ayo teman segeralah selesaikan pendidikanmu dan gapailah citaa-citamu kemudian!! :)

Keikhlasan sang guru untuk mendidik muridnya. Mereka dengan sabar mengajarkan berbagai hal,memberikan semangat kepada muridnya untuk mewujudkan impiannya. Guru yg rela untuk tetap membagikan ilmu yang mereka miliki walopun upah mereka takseberapa. Hm…Akankah aku bisa seperti mereka?? semoga…:)

Bagaimana memberikan yg maksimal walopun dengan modal minim. Cerita yg menampilkan bagaimana mereka belajar berhitung dengan hanya menggunakan kumpulan lidi. Bagaimana meteka mendapatkan juara di karnaval hanya dengan modal alam… Hm… terkadang kita malah lebih bersemangat mempersiapkan alat2nya, harus yg baguslah, harus yg berwarna-warni, pake kalkulator yg canggih, pake barang mahal. Tapi selang beberapa saat, alat2 itu kadang udah kita cuekin gitu ajah. Padahal kita belum menunjukkan hasil yg sama maksimalnya dengan modal maksimal itu.

Salah satu pesan pak guru yang paling aku inget yaitu, “Jadilah kita sebagai orang yang lebih banyak memberi. bukan banyak meminta“.

Ya Rabb…terima kasih atas segala rahmat dan karuniaMu yang melimpah…Jadikanlah kami sebagai hambaMu yang senantiasa bersyukur…Jadikanlah kami hambaMu yang senantiasa melakukan kebaikan, menyayangi sesama…Tuntunlah langkah kami dalam memanfaatkan segala yang Engkau titipkan pada kami…Jadikanlah kami hambaMu yang tidak sombong akan gelimang harta yang engkau titipkan pada kami…Jadikan kami sebagai hambaMu yang selalu rindu untuk berbagi dengan sesama kami…amiin allahumma amiin..

Hm…memang kita hidup bareng-bareng… asyik lagi kalo saling tolong-menolong bukan :D Apalagi sudah diisebutkan dalam Firman Allah : …. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. 5:2). Tapi eits jangan sampe kelewat batas ya. Kalo sesuatu itu bisa kita kerjakan sendiri, kenapa kita harus merepotkan orang?! :)

Terkadang kita merasa kerjaan yg dibebankan pada kita terlalu banyak dan terlalu berat. Apalagi kalo dari awal kita udah gak mood ngerjainnya ato bahkan dirasuki putus asa dahulu sebelum kita berusaha menyelesaikannya. Yang ada malah terkadang kita minta bantuan ke orang lain terlebih dahulu. (jadi malu karena terkadang masih model begini niy..:D) Masih mending kalo kita minta tolong buat diajarin dan kita menyimaknya trus qt berusaha ngerjain selanjutnya sendiri. Tapi kadang yg suka bikin sebel kalo ada orang yg minta tolong buat kita kerjain tugas dia, tp dianya malah maen sendiri gak jelas. Ato pas kita kuliah, pas ada tugas kita tinggal copy paste kerjaan temen, dan kita ganti nama dengan nama kita. Arrggghhhh..!!! Bikin sebel gak siy???

Temanku… dari sekarang ayo kita blajar buat nyelesein tugas kita sendiri. Belajar Lakukanlah Sendiri! Ayo kita semangat berusaha sendiri dahulu sebelum minta bantuan orang. Bukankah kalo kita renungi lagi, tugas dari atasan/tugas sekolah ato tugas apapun itu bisa sampai menjadi tanggung jawab kita atas izin Allah SWT dan Allah Maha Tahu kemampuan hamba-hambaNya. Yakinlah Allah tidak akan memberikan ujian yg melampaui batas kemampuan hambaNya… Yakinlah dengan kita lakukan sendiri akan ada banyakpelajaran yg dapat kita peroleh :)

Next Page »